Google Duplex : Ngobrol sama komputer?

Di-posting pada 2018-05-31 22:25:10
Oleh Muhammad Sulthan Adhipradhana, Christabel Eleora L, Category : Mobile

Pada konferensi Google I/O 2018 kemarin, google mengeluarkan sesuatu yang mengagumkan. Google mengeluarkan Google Duplex, sebuah AI (Artificial Intelligence) yang dapat menjawab dialog dalam percakapan. Google Duplex  merupakan salah satu fitur dari Google Assistance, atau AI Voice Recognition yang disematkan pada ponsel pintar. Google Duplex merupakan suatu penemuan yang mungkin dapat merevolusi dunia asisten pintar.

    Google Duplex merupakan AI yang digunakan dalam percakapan. Kehebatan dari Google Duplex adalah AI yang dihasilkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tidak lazim dengan bahasa manusia. Pada konferensi Google I/O kemarin, demo yang ditunjukan memperlihatkan kemampuan Google Duplex yang dapat membuat jadwal potong rambut dengan sebuah salon dan membuat booking makan dengan sebuah restoran. Hal yang menarik dari demo ini adalah dialog yang diutarakan oleh asisten ini mirip sekali dengan manusia. Bahkan mereka menambahkan suara “hmm” pada percakapan untuk membuat AI ini lebih menyerupai natur manusia berbicara.

    Tentu, teknologi yang digunakan dalam pembuatan Google Duplex ini bisa dibilang tidak sederhana. Dalam memahami percakapan, Google Duplex menggunakan NLP (Natural Language Processing) untuk memroses bahasa manusia. Bahasa manusia merupakan bahasa yang kompleks, berbeda dengan bahasa pemrograman yang terstruktur dan runut, bahasa manusia terkadang mengabaikan pola bahasa formal yang ada sehingga bahasa yang dihasilkan tidak terstruktur. Hal ini dikarenakan bahasa manusia mementingkan konteks. Dalam mendeteksi kata-kata yang dikeluarkan seseorang, digunakan Speech Recognition, baik dalam mendeteksi kata maupun dalam memisahkan suara percakapan dengan background noise. Untuk mengeluarkan suara yang terdengar natural, Google Duplex menggunakan kombinasi dari TTS (Text To Speech) konkatinatif dan sintesis untuk menghasilkan suara yang mempunyai intonasi.

    Walaupun sepertinya  AI yang dihasilkan terlihat natural dan dapat membuat percakapan, AI yang dihasilkan sebenarnya masih terbatas pada bidang yang telah dilatih sebelumnya. Contohnya, Google Duplex telah terlatih untuk membuat jadwal restoran, tetapi, Google Duplex tidak dapat melangsungkan percakapan secara bebas. Diharapkan dalan kedepannya, Google Duplex dapat digunakan baik untuk user biasa maupun bisnis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam sudut pandang user biasa, Google Duplex dapat membuat perjanjian dan dalam sudut pandang bisnis, Google Duplex dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari user biasa.